
Singkawang (Kemenag) – Semangat memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Kota Singkawang kembali ditegaskan melalui kegiatan Event Implementasi Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama yang dilaksanakan di Agro Edu Wisata Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur pada Selasa (26/08). Dalam suasana pemandangan gunung yang indah dengan hamparan sawah dan pohon yang hijau sebanyak 60 peserta yang terdiri dari penyuluh agama, tokoh agama dan tokoh masyarakat hadir penuh semangat. Kegiatan yang digelar oleh Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Singkawang ini menjadi bagian dari upaya konkret dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama. Kegiatan ini juga dihadiri Camat Singkawang Timur, Danramil 1202/04 Singkawang Timur, Kapolsek Singkawang Timur, Kepala KUA se Kota Singkawang, Lurah Nyarumkop, serta Plt Ketua FKUB Kota Singkawang
Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang Muhlis mengungkapkan bahwa salah satu program prioritas Kementerian Agama adalah moderasi beragama. Dia menegaskan bahwa moderasi beragama bukan hanya sebatas wacana, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. “Moderasi beragama bukan hanya sekadar untuk diucapkan, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi sebagai ASN Kementerian Agama, wajib hukumnya untuk mempraktekkan moderasi beragama dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Untuk membumikan moderasi beragama, diperlukan pemahaman dan kolaborasi antar stakeholder di masyarakat yang selaras antara pemerintah setempat, tokoh agama, dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menekankan, meskipun Kota Singkawang telah dinobatkan sebagai kota paling toleran nomor satu di Indonesia tahun 2021, 2022 dan 2023 serta nomor dua tahun 2024, hal tersebut tidak mengurangi komitmen untuk terus menguatkan moderasi beragama. Justru keunikan-keunikan budaya dan keragaman di Singkawang menjadi kekuatan yang harus dipelihara.
Lebih lanjut, Muhlis menyampaikan bahwa para penyuluh lintas agama memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mengkampanyekan dan mempraktikkan sikap moderat. Ia juga menyinggung konsep Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas Kementerian Agama untuk ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni menghadirkan kasih sayang, rasa hormat, dan penghargaan dalam interaksi lintas iman.
“Jangan sampai toleransi hanya sebatas jargon atau seremonial. Kita harus membumikan praktik cinta dan moderasi itu dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah ibadah, maupun dalam masyarakat luas,” tegasnya.
Lurah Nyarumkop Mahmudi Febrianto dalam paparannya mengungkapkan implementasi kampung moderasi beragama yang telah dilakukan kelurahan Nyarumkop diantaranya, pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) pada tingkat kelurahan, kemudian kegiatan lintas agama seperti gotong royong, kerja bakti, perayaan hari besar keagamaan. Menurutnya pembinaan remaja melalui karang taruna dan organisasi pemuda yang melibatkan semua agama juga dilakukan dalam mengimplementasikan moderasi beragama. Selain itu juga dilakukan pemberdayaan rumah ibadah ramah lingkungan dan sosial. “Kita sejak tahun 2018 kelurahan nyarumkop selalu mengadakan kegiatan halal bihalal dan natal tahun baru bersama antara lembaga kemasyarakatan kelurahan”, sebutnya.
Pada tahun 2025 ini kelurahan Nyarumkop ditetapkan sebagai juara pertama dalam lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Adapun salah satu faktor pendukungnya adalah pada tahun 2024 kelurahan Nyarumkop Kota Singkawang ditetapkan sebagai protipe kampung moderasi beragama di Kalimantan Barat.
Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Singkawang Miftahul Khair menyebutkan bahwa kegiatan Event Implementasi Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama ini melibatkan seluruh penyuluh agama Islam, Kristen, Katolik, Budhha yang ada di Kota Singkawang serta para tokoh agama, tokoh masyarakat pada kelurahan Nyarumkop. Adapun sebagai Narasumber Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang, Kepala KUA Singkawang Timur selaku Ketua Pokja Moderasi Beragama Kecamatan Singkawang Timur serta Lurah Nyarumkop. (Miftah/skw)