
Singkawang (Kemenag) – Semangat kolaborasi dan peningkatan mutu pendidikan kembalidigaungkan dalam Pertemuan Rutin dan Pembinaan Madrasah Ibtidaiyah yang dilaksanakan padahari Selasa, 5 Muharram 1447 H/01 Juli 2025 bertempat di MIS Al-Hidayah Singkawang selakutuan rumah. Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini dihadiri oleh para Kepala MI se-Kota Singkawang dan dipimpin langsung oleh Pengawas Madrasah Ibtidaiyah, Bapak Andi.
Dalam suasana yang penuh keakraban dan semangat kemajuan, berbagai poin penting dibahassebagai langkah awal dalam menyambut tahun ajaran baru 2025/2026. Salah satu fokus utamaadalah persiapan pelaksanaan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) yang dijadwalkan akanberlangsung mulai 14 hingga 26 Juli 2025. Di samping itu, kalender pendidikan tahun ajaran baruturut menjadi bahasan, termasuk penerapan Pembelajaran Berbasis Cinta atau Deep Learning yang menitikberatkan pada pemahaman mendalam, kesadaran, dan kegembiraan dalam belajar.
“Deep learning bukan kurikulum baru, melainkan pendekatan yang berorientasi pada makna, kesadaran, serta mendorong peserta didik menjadi pribadi kritis, kreatif, dan adaptif,” ujar Andidalam arahannya.
Andi juga menyampaikan informasi penting mengenai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik(TKA) untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia yang direncanakan berlangsungpada bulan April atau Mei 2026. Selain itu, pembinaan kali ini juga menyoroti kesiapan madrasah dalam menghadapi Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) berbasis digital melalui platform Villa Guru. Meski berbasis digital, instrumen penilaian tetap sama dan penyusunan bukti fisik tetapmengacu pada pelaksanaan bulanan.
Tak lupa, Andi memberikan penguatan terhadap tertib administrasi, terutama pelaporan realisasidana BOS agar diselesaikan tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam momen yang penuh apresiasi ini, Andi turut menyampaikan rasa bangganya ataspeningkatan capaian Standar Nasional Pendidikan (SNP) di MI tahun ini dibandingkan tahun 2024. “Ini menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam pengelolaan dan mutu pendidikan di madrasah kita,” ungkapnya.
Kabar baik lainnya, berdasarkan laporan masing-masing MI, kuota penerimaan peserta didik barutahun ajaran 2025/2026 secara umum telah terpenuhi. Ini menjadi indikator positif bahwakepercayaan masyarakat terhadap madrasah terus meningkat.
Sebagai bentuk perhatian terhadap peserta didik, Andi juga mengusulkan agar madrasah dapatmelakukan pengujian IQ bagi santri yang mengalami keterlambatan atau masalah belajar, sebagaibagian dari penerapan deep learning yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
Menutup arahannya, Andi menekankan pentingnya komunikasi antar-madrasah, khususnya terkaitmutasi siswa. “Jika komunikasi berjalan baik, maka potensi masalah dapat diminimalkan atausegera ditindaklanjuti,” pesannya.
Pertemuan ini diakhiri dengan harapan besar agar sinergi yang terjalin semakin erat dan mampumembawa madrasah di Singkawang menjadi lembaga pendidikan unggul yang tidak hanya cerdassecara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan spiritualitas. Semoga semangat kolaborasi inimenjadi energi positif untuk mewujudkan madrasah hebat, bermartabat, dan terus menginspirasi.(Andi/skw)