Sosialisasi KMA 450 dan Pembaruan Kurikulum di MIS Al-Ikhlas: Langkah Maju Meningkatkan Kualitas Pendidikan

7
Agu 2024
Kategori : Berita
Penulis : humas
Dilihat :322x

Singkawang (Kemenag) – Pembinaan sekaligus Sosialisasi KMA 450 dan Pembaruan Kurikulum oleh  Pengawas Madrasah Ibtidaiyah, Andy di MIS Al – Ikhlas. Pembinaan terkait sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) No.450 dan perubahan-perubahan signifikan pada P5RA, asesmen sumatif formatif, perangkat ajar guru, serta kurikulum madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MIS Al-Ikhlas, Rabu, (07/08/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di 9 Madrasah dan RA se- Kota Singkawang. Selain melanjutkan program pengawas, kegiatan yang dilaksanakan di MIS Al-Ikhlas ini juga dalam rangka memenuhi undangan dari Kepala MIS Al-Ikhlas, Jalina untuk melakukan pembinaan kepada seluruh dewan Guru dan tenaga kependidikan di awal tahun ajaran baru dengan kurikulum baru. Karena para guru dan tenaga kependidikan diharapkan dapat memahami dan mengimplementasikan perubahan-perubahan kurikulum ini dengan baik, guna mendukung pengembangan karakter dan kompetensi siswa yang lebih optimal.

Dalam Sambutannya, Kepala MIS Al-Ikhlas, Jalina menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pengawas MI, Andy yang sudah bersedia hadir memberikan pembinaan dan sosialisasi KMA ini. “Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Pengawas atas kesediannya untuk hadir dalam pemnbinaan ini, semoga Guru-guru kami mendapatkan pencerahan bagaimana mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di Madrasah ini,” harapnya.

Dalam penjelasannya, Andy menyampaikan bahwa struktur kurikulum KMA No.450 Tahun 2024 akan menjadi acuan utama bagi guru dan tenaga kependidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran di madrasah. Ia menekankan pentingnya perubahan mindset guru dari sekadar fasilitator menjadi kreator pembelajaran. “Kurikulum baru ini memberikan keleluasaan bagi madrasah untuk mengembangkan kurikulum operasional sesuai dengan potensi dan sumber dayanya,” ujar Andy.

Andy juga membahas perubahan pada P5RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil’alamin), yang sebelumnya dikenal sebagai P5P2RA. Perubahan ini mencakup pendekatan baru yang beralih dari integrasi pada tahun 2022/2023 menjadi insersi pada tahun 2024/2025, serta perubahan format rapor dari deskripsi capaian menjadi ceklis pada deskripsi capaian yang disediakan. Perubahan ini diharapkan dapat memudahkan para guru dalam praktik di lapangan.

Selain itu, Andy menjelaskan tentang asesmen sumatif formatif dan perangkat ajar guru yang harus disesuaikan dengan kurikulum baru. “Penilaian hasil belajar akan dilakukan secara lebih komprehensif dan berkesinambungan, yang bertujuan untuk mengukur capaian kompetensi siswa secara lebih akurat,” tambahnya.

Dengan adanya sosialisasi dan pembinaan ini, MIS Al-Ikhlas diharapkan mampu menjadi madrasah yang adaptif terhadap perubahan kurikulum dan terus meningkatkan kualitas pembelajaran demi mencetak generasi yang unggul dan berkarakter Islami. (Andy/skw)