
Singkawang (Kemenag) – Upaya peningkatan mutu pendidikan keagamaan terus dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang melalui monitoring dan evaluasi ke lembaga-lembaga pendidikan nonformal. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Sekolah Minggu Buddha Budhi Makmur, yang berada di bawah naungan Yayasan Kemakmuran dan berlokasi di Jalan Alianyang, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat.
Pada kunjungan yang dilakukan Kamis (08/05), Penyelenggara Pendidikan Agama Buddha, Supiro, bersama stafnya Tri Adhicitta, melakukan evaluasi langsung terhadap kesiapan fasilitas dan kualitas kegiatan belajar-mengajar di sekolah tersebut. Hasilnya, Sekolah Minggu Budhi Makmur dinilai sangat layak dan berpotensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Dengan jumlah siswa aktif mencapai 70 orang dan didukung oleh 7 orang pengajar/Dhamma worker, sekolah ini menjalankan pembelajaran rutin setiap minggu. Metode pembelajaran yang digunakan telah mengikuti kurikulum terstruktur, dengan modul ajar sesuai jenjang dari Pramuka Dhamma hingga Dhamma Duta, serta sistem evaluasi berkala untuk mengukur pemahaman peserta didik.
Tak hanya pembelajaran di kelas, sekolah ini juga menyelenggarakan berbagai kegiatan penunjang, seperti retret anak, lomba Dhamma, hingga kunjungan edukatif, yang turut memperkaya pengalaman spiritual dan sosial para peserta didik.
Dari sisi infrastruktur, sekolah ini telah memiliki fasilitas lengkap, termasuk ruang kelas yang terpisah, perpustakaan, ruang ibadah, sarana multimedia, perlengkapan mengajar, toilet, dan kebutuhan pendukung lainnya. Selain itu, SDM pengajarnya juga menunjukkan kualitas yang mumpuni. Para guru telah mengikuti pelatihan dasar pengajaran Dhamma, memiliki koordinator dan tim yang solid, serta beberapa di antaranya telah memenuhi syarat sebagai fasilitator Nava Dhammasekha.
Melihat hasil evaluasi tersebut, Penyelenggara PAB Kemenag Singkawang menyatakan bahwa pihaknya akan merekomendasikan Sekolah Minggu Budhi Makmur untuk ditingkatkan menjadi unit pelaksana program Nava Dhammasekha sebuah program strategis dalam penguatan pendidikan keagamaan Buddha yang berbasis pada pembinaan nilai dan karakter sejak dini.
“Inilah contoh nyata dari lembaga yang tumbuh dari akar komunitas, namun dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Kami sangat mengapresiasi semangat para pengajar dan pengelola di Budhi Makmur,” ujar Supiro.
Dengan semangat kolaboratif dan komitmen terhadap kualitas, Sekolah Minggu Buddha Budhi Makmur menjadi inspirasi dalam pengembangan pendidikan keagamaan yang membumi dan bermartabat. (Tri/skw)