
Singkawang (Kemenag) – Dalam semangat menghormati perjuangan para pendiri bangsa, Keluarga Besar Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 dengan penuh khidmat dan nasionalisme di halaman utama kantor, Selasa (28/10). Upacara ini diikuti oleh seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK, dari Kantor Kemenag dan seluruh KUA se-Kota Singkawang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Nomor 36 Tahun 2025 tentang Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Kantor Kemenag Singkawang, H. Muhlis, yang juga membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir.
Dalam sambutannya, Menpora menegaskan bahwa perjuangan pemuda masa kini tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, tetapi melalui ilmu pengetahuan, kerja keras, dan kejujuran. “Namun semangatnya tetap sama: Indonesia harus berdiri tegak. Indonesia tidak boleh kalah,” tegasnya. Ia juga mengutip pesan Presiden RI, “Jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal. Kalian bukan pelengkap sejarah, kalian adalah penentu sejarah berikutnya.”
Melanjutkan amanat tersebut, H. Muhlis mengajak seluruh ASN untuk meneladani semangat para pemuda dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. “Kita yang sudah tidak muda lagi harus tetap belajar dari sejarah perjuangan pemuda. Sebagai ASN, kita harus menjadi contoh dalam kedisiplinan, pelayanan, dan integritas,” ujarnya.
Beliau menekankan pentingnya menjaga predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang telah diraih Kemenag Singkawang, serta mendorong pencapaian Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2026. Ia juga mengingatkan agar seluruh ASN memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga kebersihan lingkungan kantor, serta memastikan jam pelayanan publik berjalan sesuai ketentuan.
“Salah satu indikator pelayanan prima adalah lingkungan kerja yang layak pandang. Mari kita jaga kantor kita agar selalu rapi, bersih, dan siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” tegasnya.
Rangkaian upacara berjalan dengan tertib dan penuh khidmat. Dimulai dengan laporan pemimpin upacara, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan Teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, serta Teks Keputusan Kongres Pemuda 1928. Upacara ditutup dengan doabersama untuk keselamatan bangsa dan kemajuan instansi, disusul dengan sesi foto bersama yang mencerminkan semangat persatuan.
Dengan mengenakan seragam batik Korpri, seluruh peserta tampak berbaris rapi dan berwibawa, memancarkan semangat kebersamaan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa Sumpah Pemuda 1928bukan sekadar sejarah, melainkan sumber inspirasi untuk terus memperkuat komitmen dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Mari kita terus kobarkan semangat Sumpah Pemuda dalam setiap langkah pengabdian. Dari Kemenag Singkawang, kita buktikan bahwa ASN berintegritas adalah garda terdepan kemajuan bangsa,” pungkas H. Muhlis. (Humas/skw)