
Singkawang (Kemenag) – Program unggulan Safari Maghrib dan Isya Keliling (SMAILING) kembalimenyapa umat. Kali ini, kegiatan rohani penuh makna tersebut hadir di Masjid Al-Islam KelurahanSedau, Kecamatan Singkawang Selatan, pada Rabu malam (02/07), dalam upaya memperkuatsilaturahmi, memperdalam pemahaman keagamaan, serta meneguhkan syiar Islam di tengahmasyarakat.
Kegiatan diawali dengan salat maghrib berjamaah bersama warga, dilanjutkan dengan sambutan hangatdari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, H. Muhlis. Dalam kesempatan tersebut, iamenyampaikan sejumlah informasi penting dan inspiratif kepada jamaah.
“Alhamdulillah, kita akan segera menyambut kepulangan Jemaah Haji Kota Singkawang. Mari kitasambut para tamu Allah ini dengan doa dan suka cita,” ujar H. Muhlis. Selain itu, ia juga mengingatkanbahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kota Singkawang akan segeradigelar, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menyukseskannya.
Yang tak kalah penting, H. Muhlis mengangkat kembali program prioritas Kementerian Agama, yakniMasjid Ramah Anak dan Lansia. Ia menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai tempat yang inklusif dan nyaman bagi semua kalangan.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah orang dewasa, tapi juga ruang pembinaan bagi anak-anak dantempat istirahat jiwa bagi para lansia. Sudah saatnya kita wujudkan masjid yang ramah dan menyambutsemua,” pesannya disambut antusias jamaah.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah menjelang salat isya oleh Ustadz Marsudi, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Singkawang Selatan. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat tema KeutamaanSalat Berjamaah di Masjid. Ia mengajak jamaah untuk tidak meremehkan pahala luar biasa dari salatberjamaah, yang nilainya jauh lebih besar dibanding salat sendirian.
“Masjid adalah pusat peradaban. Maka mari kita ramaikan dan makmurkan dengan salat berjamaah, agar keberkahan senantiasa menyelimuti lingkungan kita,” serunya.
Melalui program SMAILING, Kementerian Agama Kota Singkawang terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, menguatkan nilai-nilai spiritual, dan menjadikan masjid sebagai pusat pembinaanumat yang terbuka dan ramah bagi semua. (Marsudi/skw)