
Singkawang (Kemenag) – Suasana hangat dan penuh keberkahan menyelimuti Masjid Nurul Amalpada Rabu (08/10) malam saat kegiatan Safari Maghrib Isya Keliling (SMAILING) dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang kembali digelar. Kegiatan yang rutin dilaksanakanini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara jajaran Kemenag dengan masyarakat, sekaligussarana memperkuat keimanan melalui tausiyah yang menyejukkan hati.
Mengawali kegiatan, Muhammad Khatib selaku pengurus Masjid Nurul Amal menyampaikansambutan hangat dan rasa syukur atas kehadiran rombongan dari Kemenag Singkawang. “Kehadiranjemaah rombongan dari Kemenag Singkawang menjadi kebahagiaan dan kehormatan bagi kami. Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyambutan dan pelayanan. Semoga silaturahmi inimembawa keberkahan dan semakin mempererat ukhuwah di antara kita,” ujarnya penuh haru.
Pada kesempatan itu, Kepala KUA Singkawang Selatan, Ajmain, hadir mewakili Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan salamhangat sekaligus permohonan maaf dari Kepala Kantor. Tak hanya itu, ia juga berkesempatanmemberikan tausiyah dengan tema yang sangat relevan dengan kehidupan masa kini bijak bermediasosial di era penuh fitnah.
“Kita telah berada di penghujung zaman, berhati-hatilah dalam bermedia sosial, karena fitnah Dajjalbisa datang dari berita dan jari-jemari kita sendiri,” pesannya dengan penuh penekanan.
Ajmain mengingatkan bahwa Allah SWT telah menegaskan dalam firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka telitilah kebenarannya.” (QS. Al-Hujurat: 6)
Ia juga mengutip sabda Rasulullah : “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah iaberkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan sebuah peringatan dari hadits lainnya: “Tidak ada fitnah yang lebih besar sejak diciptakannyaAdam hingga hari kiamat selain fitnah Dajjal.” (HR. Muslim)
Melalui pesan-pesan tersebut, Ajmain mengajak seluruh jamaah untuk menggunakan media sosialsebagai sarana menyebarkan kebaikan, bukan kebohongan atau fitnah. “Semoga Allah menjaga kitadari fitnah akhir zaman dan meneguhkan hati kita di jalan kebenaran,” tutupnya.
Kegiatan SMAILING malam itu bukan hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadipengingat mendalam bagi umat agar senantiasa berhati-hati dalam setiap perkataan dan perbuatantermasuk di dunia digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (Dayat/skw)