
Singkawang (Kemenag) – Komitmen dalam meningkatkan kualitas dan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali dibuktikan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang. Pada Rabu (04/06), digelar kegiatan sosialisasi penggunaan Aplikasi Pusaka bagi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Tahap I Tahun 2024, bertempat di Operation Room Kantor Kemenag Singkawang.
Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta P3K non-guru, yang terdiri dari penyuluh agama dan penata layanan operasional. Hadir sebagai narasumber, Analis Jabatan pada Subbagian Tata Usaha, Adri Mico, yang dengan semangat memandu jalannya sosialisasi secara interaktif dan aplikatif.
Dalam pemaparannya, Adri Mico menjelaskan secara rinci penggunaan Aplikasi Pusaka, mulai dari pelaksanaan absensi harian, tata cara upload surat tugas, hingga prosedur pelaporan surat keterangan error pada presensi. Ia menekankan pentingnya pemahaman yang utuh sejak hari pertama bertugas, dimulai dari login ke aplikasi dengan NIP sebagai username dan password.
Tidak hanya teori, peserta juga diajak langsung mempraktikkan simulasi penggunaan Aplikasi Pusaka dan sistem absensi Kemenag. Dengan metode pembelajaran ini, peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi, menunjukkan semangat belajar yang tinggi.
Lebih dari sekadar sosialisasi aplikasi, kegiatan ini juga memberikan pemahaman mendalam mengenai penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), yang menjadi indikator utama dalam evaluasi kinerja ASN.
Sebagai penutup yang membahagiakan, para penyuluh agama menerima Surat Keputusan (SK) penempatan tugas yang telah disesuaikan berdasarkan hasil Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK). Ini menjadi langkah konkret Kemenag Singkawang dalam menempatkan SDM secara efektif dan tepat sasaran.
Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menguatkan semangat pengabdian para ASN P3K untuk terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Kemenag Singkawang menunjukkan bahwa transformasi digital dan penguatan kompetensi aparatur adalah kunci menuju birokrasi yang profesional, akuntabel, dan humanis. (MD/skw)