
Singkawang (Kemenag) – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat, BaitulMaal Munzalan Indonesia (BMI) Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan KUA Singkawang Tengah, KUA Pontianak Barat, dan KUA Sungai Kakap menyelenggarakan workshop orientasi program pemberdayaan ekonomi umat. Kegiatan ini berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Sekretariat Zona Integritas Kantor Kemenag Singkawang, Kamis (21/11/2024).
Workshop yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, termasuk Kasi Bimas Islam Kemenag Singkawang, Bulyamin Hadimin, Kepala KUA Singkawang Tengah, Reno Hidayat, pendamping pelaku usaha, Herlin, perwakilan BMI Singkawang, Rahmat Holily dan Abdul Malik, serta 10 pelaku usaha calon penerima manfaat program pemberdayaan.
Acara dibuka dengan sambutan inspiratif dari Direktur BMI Provinsi Kalimantan Barat, diikuti oleh perwakilan Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Emmy. Sambutan tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pelaku usaha mikro agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Sebagai momen simbolis, acara dilanjutkan dengan Kick Off Program Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui serah terima bantuan secara simbolis kepada pelaku usaha. “Bantuan ini bukan sekadar modal, tetapi juga dorongan untuk tumbuh bersama, dengan nilai keberkahan yang menjadi prinsip utama,” ujar Emmy dalam sambutannya.
Workshop ini menghadirkan dua materi utama yang relevan dan inspiratif. Materi pertama membahas pentingnya branding produk untuk memperluas jangkauan pasar. Peserta diajak memahami bagaimana menciptakan identitas merek yang menarik dan menjangkau konsumen secara efektif.
Materi kedua menyoroti aspek kehalalan produk, yang ditekankan sebagai elemen penting dalam menjalankan usaha. “Kehalalan produk bukan hanya soal hukum, tetapi juga keberkahan rezeki yang akan mendatangkan manfaat jangka panjang,” tutur narasumber.
Setelah sesi materi, para pelaku usaha menyelesaikan administrasi pembuatan buku tabungan, ATM, dan mobile banking di Bank Syariah Indonesia (BSI). Langkah ini menjadi bagian penting untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus mendukung pelaku usaha dalam mengelola modal secara modern dan profesional.
Melalui program ini, diharapkan para pelaku usaha dapat berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian umat. Kolaborasi antara lembaga keagamaan dan instansi sosial-ekonomi seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. (Herlin/skw)