
Singkawang (Kelompok) – Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang kembali menggelar Roadshow Bina Iman dan Taqwa (BIMTAQ) bagi pelajar se-Kota Singkawang. Kali ini, kegiatan tersebut berlangsung di SMAN 7 Singkawang, tepatnya di Masjid Daarul Muhajirin, Kelurahan Bagak Sahwa, Kecamatan Singkawang Timur, pada Kamis (20/03/2025).
Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian BIMTAQ tingkat pelajar yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadan di lima sekolah tingkat SLTA se-Kota Singkawang. Tujuan utama program ini adalah membentuk karakter pelajar yang berakhlak mulia serta membentengi mereka dari berbagai perilaku menyimpang yang marak terjadi, seperti pergaulan bebas, tawuran, balap liar, dan pernikahan dini.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, H. Muhlis, hadir untuk membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, ia mengajak para siswa untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi diri dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya mengajak seluruh siswa untuk tidak hanya menjadi pribadi yang bertakwa, tetapi juga menorehkan prestasi akademik yang membanggakan. Jauhi perilaku negatif yang hanya akan merusak masa depan kalian. Jadilah generasi yang unggul dan berakhlak mulia,” pesan H. Muhlis penuh semangat.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Polres Singkawang, AIPDA Hery Apriadi beserta tim, Kepala KUA Singkawang Timur, H. Nurirwanto, para Penyuluh Agama Islam Fungsional dan Non-PNS, serta dewan guru SMAN 7 yang turut mendampingi para siswa.
Sesi materi yang disampaikan oleh Penyuluh Fungsional, H. Jahri, menjadi bagian yang paling berkesan bagi para peserta. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya mengenali diri sebagai seorang hamba Allah yang telah diberkahi dengan pendengaran, penglihatan, hati, dan akal pikiran. Ia juga mengingatkan bahwa manusia harus senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan.
Sebagai puncak acara, seluruh siswa SMAN 7 dengan lantang dan penuh keyakinan mendeklarasikan komitmen mereka untuk menolak tawuran, balap liar, dan pernikahan dini. Tak hanya itu, mereka juga bertekad untuk “mengguncang dunia dengan prestasi dan akhlak mulia.” Momen ini menjadi simbol semangat perubahan yang diusung dalam kegiatan BIMTAQ.
Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Singkawang, Bulyamin Hadimin. Ia mengapresiasi antusiasme para siswa dan berharap program serupa terus berjalan untuk membangun generasi muda yang religius dan berdaya saing tinggi.
Dengan terselenggaranya BIMTAQ di SMAN 7, Pokjaluh Kemenag Singkawang kembali membuktikan komitmennya dalam membina moral dan spiritual generasi muda. Semoga semangat ini terus menyala, membawa perubahan positif bagi masa depan pelajar di Kota Singkawang. (Misnan/skw)