
Singkawang (Kemenag) – Program unggulan Bimbingan Rohani Rumah Sakit (BIRO RASA) kembali menyapa pasien dengan penuh cinta dan empati. Inovasi dari Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang ini terus konsisten memberikan pelayanan rohani lintas agama di berbagai ruang perawatan rumah sakit.
Pada Senin pagi ini, giliran kelompok 1 penyuluh lintas agama yang turun langsung memberikan bimbingan rohani di ruang Bangsal Bedah RSUD Abdul Aziz Singkawang. Sebanyak 7 penyuluh dari berbagai latar belakang agama hadir menyapa pasien dan keluarga mereka dengan kata-kata yang menguatkan, doa-doa yang menyejukkan, dan kehadiran yang menenangkan.
Salah satu penyuluh Kristen, Liu Siang Ha, menyampaikan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kepedulian spiritual. “Kami hadir untuk menyampaikan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi ujian ini. Di balik rasa sakit yang mereka alami, ada kekuatan besar yang sedang dibentuk oleh Tuhan,” ungkapnya penuh kasih.
Menurut Liu, pasien dan keluarganya adalah pribadi-pribadi terpilih yang tengah diberi kesempatan untuk lebih dekat kepada Sang Pencipta melalui ujian kesakitan. “Mereka adalah orang-orang pilihan Tuhan yang kuat. Kami hadir untuk memperkuat hati mereka dengan doa dan harapan, agar tetap tegar menjalani proses penyembuhan,” lanjutnya.
Program BIRO RASA yang digagas sebagai bagian dari inovasi pelayanan lintas sektoral Kemenag Singkawang ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan tenaga kesehatan. Pasien merasa lebih tenang, dan keluarga lebih kuat menghadapi tantangan, karena mendapatkan dukungan moral dan spiritual secara langsung dan rutin.
Tak hanya sebagai bentuk pelayanan keagamaan, BIRO RASA kini menjadi oase batin di tengah hiruk-pikuk dunia medis. Sebuah ruang refleksi yang meneguhkan keyakinan bahwa kesembuhan bukan hanya soal medis, tetapi juga doa dan cinta yang tulus.
Dengan semangat moderasi beragama dan kolaborasi antarkeyakinan, BIRO RASA menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kemanusiaan bisa melampaui sekat agama menyatukan hati untuk memberi harapan. (Chiangha/skw)