
Singkawang (Kemenag) – Dalam rangka memperkuat pembinaan keagamaan di wilayah kerja, Kepala Seksi Urusan Agama Buddha (Kasi UrABud) Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Tjia Kong Min, melakukan koordinasi langsung ke Vihara Vimala Canda Arama. Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kemungkinan kerja sama pembinaan dengan para pengurus vihara sebagai bagian dari penentuan objek atau kelompok binaan ASN CPNS di lingkungan Kemenag.
Dalam kunjungan pada hari Selasa (17/06) pagi tersebut, Tjia Kong Min disambut hangat oleh Susi selaku Ketua Vihara, Rudianto selaku Ketua Asrama, serta Ketua Sekolah Minggu. Kehadiran mereka mencerminkan antusiasme dan dukungan yang kuat terhadap inisiatif pembinaan keagamaan yang lebih terstruktur dan berkesinambungan.
“Kami berharap, melalui koordinasi ini, Susiyanti sebagai penyuluh Agama Buddha yang merupakan ASN CPNS Kemenag Singkawang, dapat menjalin kerja sama yang baik dengan pengurus vihara dalam membina umat Buddha, khususnya di lingkup Vihara Vimala Canda Arama,” ujar Tjia Kong Min.
Ia menegaskan pentingnya peran penyuluh agama dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, spiritualitas, serta moderasi beragama di tengah masyarakat. “Kerja sama yang solid antara pemerintah dan lembaga keagamaan merupakan kunci sukses dalam membentuk umat yang religius dan harmonis,” tambahnya.
Pihak pengurus vihara menyambut positif kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung segala program pembinaan yang direncanakan. “Kami merasa senang dan terhormat atas kunjungan ini. Semoga ke depan, kerja sama ini bisa membawa manfaat besar bagi perkembangan umat Buddha di Singkawang,” ungkap Susi.
Kunjungan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan, khususnya dalam pembinaan umat Buddha. Diharapkan, program ini tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga mampu mencetak umat yang berpengetahuan, beretika, dan berjiwa damai.
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Kemenag Singkawang terus berkomitmen membina kehidupan beragama yang inklusif dan harmonis, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kota Seribu Kelenteng ini. (KongMin/skw)