
Singkawang (Kemenag) – Harapan dan kekuatan hati kembali dihadirkan melalui program Bimbingan Rohani Rumah Sakit (BIRORASA) yang digelar oleh penyuluh agama dari Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang. Kegiatan ini berlangsung di RSUD Abdul Azis Singkawang, tepatnya di bangsal bedah dan penyakit dalam, pada Rabu pagi (18/06/2025).
Kali ini, kelompok 5 penyuluh agama melaksanakan tugas mulianya dengan menyapa para pasien dan keluarga mereka, membawa pesan-pesan penguatan batin di tengah ujian kesehatan yang sedang dihadapi.
Salah satu momen yang menyentuh terjadi saat Adriana Helena, Penyuluh Agama Katolik, memberikan bimbingan kepada pasien dan keluarga pasien. Dengan penuh empati dan kelembutan, ia menyampaikan bahwa sakit bukanlah bentuk hukuman, melainkan bentuk kasih Tuhan yang menginginkan umat-Nya untuk kembali lebih dekat kepada-Nya.
“Percayalah, setiap ujian ada maksud baik di baliknya. Tuhan mengizinkan kita melalui ini bukan karena Dia marah, tetapi karena Dia sangat sayang. Inilah cara-Nya memanggil kita lebih dekat, agar kita mengandalkan-Nya dan menemukan kekuatan sejati dari iman,” tutur Adriana, yang disambut dengan anggukan haru dari pasien dan keluarga.
Program BIRORASA yang merupakan inisiatif lintas agama ini telah menjadi oase spiritual di tengah hiruk-pikuk rumah sakit. Dengan melibatkan para penyuluh dari berbagai latar belakang agama secara bergiliran, program ini tidak hanya memberi dukungan emosional dan spiritual, tapi juga menjadi bentuk nyata pelayanan keagamaan yang inklusif dan humanis.
Bimbingan ini bukan sekadar kata-kata penghiburan, tapi menjadi cahaya pengharapan bagi mereka yang tengah berjuang. Pasien yang semula lesu pun tampak lebih tenang, dan beberapa keluarga bahkan mengaku merasa lebih kuat dan optimis setelah mendengarkan sesi bimbingan tersebut.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Singkawang menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan agama sebagai kekuatan yang menyejukkan dan menyembuhkan. Karena terkadang, di balik pengobatan medis, ada kebutuhan jiwa yang hanya bisa dijawab oleh kasih, sabar, dan harapan yang berlandaskan iman. (Adriana/skw)