
Singkawang (Kemenag) – Kehadiran tim Bimbingan Rohani Rumah Sakit (BIRO RASA) di RSUD Abdul Aziz kembali membawa suasana penuh harapan dan ketenangan. Pada Rabu (27/08), kegiatanbimbingan rohani dilaksanakan di ruang Dialisis, di mana para pasien yang tengah menjalaniperawatan mendapatkan penguatan spiritual dari delapan penyuluh lintas agama.
Suasana hening dan penuh khidmat terasa ketika para rohaniawan memberikan wejangan dan doa yang menenangkan hati. Penyuluh Agama Islam, Ustadz H. Abdul Halim, menyampaikan bimbingan dengansentuhan ruhani yang lembut. Dengan suara meneduhkan, ia mengingatkan para pasien dan keluargabahwa sakit bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah jalan untuk semakin dekat kepada Sang Pencipta.
“Sakit adalah ujian. Ujian adalah cara Allah untuk meningkatkan derajat hamba-Nya,” ucapnya penuhmakna, menghadirkan kekuatan baru di hati para pasien. Doa yang ia lantunkan menjadi penguatkeyakinan bahwa kesabaran dalam menghadapi ujian akan berbuah pahala dan kesembuhan.
Tak hanya dari Islam, penguatan iman juga datang dari Penyuluh Kristen, Erni, yang dengan penuhkasih menyampaikan pesan penghiburan kepada pasien dan keluarga. Ia menegaskan bahwa iman yang teguh akan selalu menjadi penopang dalam menghadapi setiap pergumulan hidup. “Percayalah, Tuhanselalu hadir menyertai, memberi kekuatan, dan tidak pernah meninggalkan anak–anak-Nya,” ujarnyapenuh keyakinan.
Momen lintas agama ini kembali menegaskan bahwa pelayanan rohani di rumah sakit bukan hanya soalritual keagamaan, tetapi juga tentang menghadirkan kedamaian, motivasi, dan harapan di tengahperjuangan melawan sakit. Keterlibatan para penyuluh dari berbagai agama menjadi wujud nyatasemangat kebersamaan dalam kemanusiaan, di mana doa dan dukungan moral menjadi obat hati yang tak kalah penting dari pengobatan medis.
Kegiatan bimbingan rohani ini memberikan pesan kuat bahwa kesembuhan sejati tidak hanya datangdari tubuh yang sehat, tetapi juga dari jiwa yang tenang dan hati yang penuh harapan. BIRO RASA RSUD Abdul Aziz terus menjadi bukti nyata bagaimana kerjasama lintas agama dapat menghadirkanpelayanan rohani yang inklusif, menyejukkan, dan penuh kasih. (Nisa/skw)