
Singkawang (Kemenag) – Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kota Singkawang menggelar Tarhib Ramadhan 1446 H dengan tema “Semoga Ramadhan Tahun Ini Menjadikan Kita Hamba Allah yang Bertaqwa”. Kegiatan yang berlangsung di Operation Room Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang pada Selasa (25/02) ini dihadiri oleh puluhan penyuluh agama sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.
Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang, H. Muhlis, membuka acara yang juga dihadiri oleh Kasi Bimas Islam, Bulyamin Hadimin, serta 50 penyuluh agama, baik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN). Acara ini menghadirkan Ustadz Asrip Widodo sebagai penceramah utama.
Dalam sambutannya, H. Muhlis menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Salah satu hal penting yang perlu disampaikan adalah perubahan ketentuan zakat fitrah, yang kini berukuran 2,7 kg dari sebelumnya 2,5 kg, sesuai dengan edaran terbaru dari pemerintah.
“Sebagai bagian dari pemerintah, kita memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kebijakan yang telah ditetapkan. Jangan sampai terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa Ramadhan adalah momentum untuk berinovasi dalam menyampaikan dakwah. Apresiasi pun diberikan kepada Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) yang telah menginisiasi berbagai kegiatan, termasuk tarhib Ramadhan dan pendampingan manasik haji bagi calon jamaah.
Acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Asrip Widodo. Ia mengingatkan bahwa penyuluh agama harus menjadi penengah dalam masyarakat, terutama saat Ramadhan, di mana sering muncul perbedaan pendapat yang berpotensi menimbulkan polemik.
“Sering kali ada persoalan-persoalan klasik yang diperdebatkan dan dibesar-besarkan, padahal seharusnya tidak perlu menjadi permasalahan. Penyuluh harus hadir untuk memberikan pemahaman yang mencerahkan, jelaskan dasar hukumnya,kemudian disampaikan penuh dengan kelembutan. Pentingnya menjaga adab dan akhlak dalam berdakwah. Penyuluh diharapkan mampu memberikan penjelasan dengan bijak dan penuh kelembutan, agar ukhuwah Islamiyah tetap terjaga di tengah masyarakat, ujarnya.
Sebagai penutup, kegiatan Tarhib Ramadhan diakhiri dengan makan bersama, menciptakan suasana penuh kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi di antara para penyuluh agama. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para penyuluh semakin siap dalam membimbing dan mencerahkan umat sepanjang bulan suci Ramadhan, serta menjadi teladan dalam menyebarkan ajaran Islam yang damai dan penuh hikmah. (MD/skw)