
Pontianak (Kemenag) – Komitmen Kementerian Agama dalam mewujudkan layanan keagamaan danpendidikan yang inklusif kembali diteguhkan melalui kegiatan Penyematan Bunda Inklusi yang digelardi Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, pada Rabu (14/01). Kegiatanini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, H. Muhlis, bersamaseluruh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat.
Prosesi penyematan Bunda Inklusi dilakukan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KanwilKemenag Kalbar, Hj. Salbia Muhajirin, dan disaksikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, H. Muhajirin Yanis, beserta jajaran Kabid, Pembimas, dan undangan lainnya. Momentum ini menjadisimbol penguatan peran perempuan Kemenag dalam mengarusutamakan nilai inklusivitas di setiap linilayanan.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua DWP Kantor Kemenag Kota Singkawang, Hj. Masruraini, resmidisematkan sebagai Bunda Inklusi Kota Singkawang. Amanah ini diharapkan menjadi energi barudalam mendorong terciptanya lingkungan yang ramah, setara, dan aksesibel bagi seluruh lapisanmasyarakat, khususnya penyandang disabilitas.
Acara berlangsung khidmat dan menyentuh, diawali dengan penampilan hadrah oleh tim hadrahdisabilitas LPAI Ar Rahmah serta pembacaan puisi bertema inklusi. Penampilan ini menjadi pengingatbahwa setiap individu memiliki potensi dan ruang yang sama untuk berkontribusi.
Ketua DWP Kanwil Kemenag Kalbar sekaligus Bunda Inklusi Kalbar, Hj. Salbia Muhajirin, dalamsambutannya menegaskan bahwa pengukuhan Bunda Inklusi bukan sekadar simbol, melainkan langkahstrategis untuk memperkuat komitmen pelayanan inklusif di lingkungan Kementerian Agama. Iamengajak seluruh Bunda Inklusi Kabupaten/Kota untuk membangun kolaborasi aktif dengankomunitas disabilitas, penyuluh, dan instansi terkait agar program inklusi berjalan berkelanjutan danberdampak nyata.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Kalbar, H. Muhajirin Yanis, menekankan bahwa program inklusiharus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan berhenti pada seremoni. Ia mengingatkan pentingnyapelaporan program melalui e-reporting secara optimal serta keterbukaan informasi publik sebagaibagian dari akuntabilitas.
Lebih lanjut, Kakanwil menegaskan agar madrasah tidak menolak peserta didik berkebutuhan khususdan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, bebas perundungan, serta menghargaikeberagaman.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kalimantan Barat, termasuk Kemenag Kota Singkawang, meneguhkantekad untuk terus menghadirkan layanan keagamaan dan pendidikan yang inklusif, humanis, danberkeadilan, demi mewujudkan Kemenag yang melayani semua tanpa terkecuali. (Humas/skw)