
Singkawang (Kemenag) – Jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawangmengikuti Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025 yang digelar KementerianAgama RI secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (11/12) pagi, dari Operation Room kantorsetempat. Kegiatan nasional ini dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi Jakarta.
Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang, H. Muhlis, didampingi Kasubbag TU Aliyansah, para Kasi dan Penyelenggara, staf, serta penyuluh lintas agama turut mengikuti rangkaianagenda tersebut.
Mengawali sambutannya, Inspektur Jenderal Kemenag RI, Khairunnas, menyampaikan pesan moral melalui dua kisah inspiratif tentang kehati-hatian terhadap hak orang lain.
Ia menuturkan kisah Abu Dujana, sahabat Nabi yang pulang terburu-buru setiap selesai salat Subuhkarena khawatir anaknya memakan sebutir kurma milik tetangga yang jatuh. Sikap hati-hati terhadapsesuatu yang bukan hak menjadi teladan utama integritas.
Kisah kedua adalah tentang Ibrahim bin Adham, seorang ulama yang tidak diterima ibadahnya karenamemakan sebutir kurma yang bukan miliknya. Beliau bahkan kembali dari Palestina ke Makkah untukmeminta keikhlasan dari seluruh ahli waris penjual kurma.
“Satu butir kurma saja harus meminta maaf kepada 12 ahli waris. Lalu bagaimana jika seseorangmengorupsi uang negara? Mampukah ia meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia?” tegasKhairunnas.
Irjen menegaskan bahwa tema tahun ini menunjukkan ajakan untuk seluruh ASN Kemenagmenyatukan langkah dalam pemberantasan korupsi. “Korupsi adalah kejahatan kemanusiaan yang harus diberantas, terutama di Kementerian Agama,” ujarnya.
Sebagai upaya memperkuat tata kelola, Irjen meluncurkan tiga instrumen penting:
Selain itu, Kemenag mencatat peningkatan skor integritas melalui berbagai survei dan pelaksanaanSPIP tahun 2025.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Inspektorat JenderalKemenag dan LPSK terkait perlindungan saksi, pelapor, saksi pelaku, dan ahli. Ketua LPSK, BrigjenPol (Purn) Dr. Achmadi, menyampaikan pentingnya perlindungan karena banyak saksi mengalamiancaman, baik langsung maupun terselubung.
“Perlindungan yang kuat adalah kunci untuk mendorong keberanian melapor dan menjaga integritasproses hukum,” tegasnya.
Pimpinan KPK RI, Fitroh Rochcahyanto, menyampaikan gagasan pembentukan karakter ASN “IDOLA”: Integritas, Dedikasi, Objektif, Loyal, Amanah
Ia juga memperkenalkan konsep kerja “GATOT KACA – MESRA”: GA: Gerak cepat, TOT: Totalitas, KA: Kreatif – Adaptif; CA: Cerdas – Adil. MESRA; Melayani, Empati, Sepenuh hati, Ramah, Antusias.
Menurutnya, bila diterapkan, dua konsep tersebut akan menjauhkan ASN dari praktik korupsi namunmendekatkan pada pelayanan publik yang berkualitas.
Menteri Agama RI, KH. Nazaruddin Umar, dalam arahannya menegaskan bahwa integritas ASN adalah kunci menjaga martabat kementerian.
“Kemenag adalah kain putih. Satu noda saja dapat merusak citra seluruhnya. Hindari hak yang bukanhaknya dan jauhi dosa birokrasi.”
Beliau juga menekankan bahwa ilmu tidak akan masuk ke hati yang kotor. Karena itu, penting menjagakebersihan hati dan profesionalisme dalam setiap layanan.
Kegiatan HAKORDIA 2025 menjadi momentum penting bagi seluruh ASN Kemenag untukmemperkuat budaya integritas, meningkatkan kewaspadaan terhadap celah korupsi, serta memastikanseluruh layanan publik berjalan profesional dan transparan.
Kemenag Kota Singkawang menyatakan siap mendukung penuh program nasional ini danmengimplementasikan nilai-nilai integritas dalam seluruh lini pelayanan. (Humas/skw)