
Singkawang (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang melalui Seksi Pendidikan Islam (Pendis) menggelar kegiatan pendampingan pemutakhiran pengisian data portofolio di Aplikasi SIAGA bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (24–25/11), bertempat di Operation Room Kantor Kemenag Singkawang mulai pukul 13.15 WIB hingga selesai.
Sebanyak 75 guru PAI yang baru lulus PPG tahun 2025 menjadi peserta kegiatan ini, terbagi dalam dua sesi: 38 orang pada hari pertama dan 37 orang pada hari kedua. Pendampingan dipandu oleh Analis Informasi Pengembangan Pendidik dan Tendik, Taufiqqurachman, serta mendapatkan dukungan penuh dari pengawas PAI, Asmaradi.
Dalam pemaparannya, Taufiq menekankan bahwa pendampingan pemberkasan Tunjangan Profesi Guru (TPG) merupakan langkah penting untuk memastikan kelengkapan berkas dan ketepatan pengisian sesuai juknis. “Tujuan utama pendampingan ini adalah memastikan proses verifikasi berjalan lancar sehingga pencairan TPG bagi guru PAI tahun 2026 dapat dilakukan tepat waktu,” ujarnya.
Para peserta juga mendapatkan materi mengenai persyaratan TPG serta simulasi pengisian portofolio di Aplikasi SIAGA. Penjelasan teknis mencakup pemenuhan beban kerja minimal 24 jam mengajar, alternatif pemenuhan kekurangan jam (melalui TBT, kegiatan ekstrakurikuler, wali kelas, perpustakaan, dan lainnya), serta alur pengajuan izin mengajar di sekolah lain.
Aplikasi SIAGA sendiri kini menjadi pusat pengelolaan administrasi guru PAI. Melalui fitur-fitur seperti pengelolaan data pribadi, jadwal mengajar, verifikasi sertifikasi & NRG, rekap TPG, serta PKB, guru dapat mengakses dan memperbarui datanya secara mandiri tanpa harus datang ke kantor Kemenag. Semua proses menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan.
Kasi Pendis Kemenag Singkawang, Hj. Rohmawati, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa pendampingan ini sangat penting mengingat 2025 adalah tahun dengan jumlah lulusan PPG terbanyak. “Alhamdulillah, tahun ini menjadi keberkahan. Sebanyak 75 guru PAI di Singkawang lulus PPG dan semuanya berhak mengikuti pendampingan untuk mempersiapkan pencairan TPG pada Januari 2026,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa SIAGA memberi kemudahan luar biasa dalam pengelolaan data. “Dulu guru harus antre, datang ke kantor, dan membawa berkas fisik. Sekarang semua bisa diunggah dari sekolah. Guru bisa fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Rohmawati juga berharap para guru PAI yang telah dinyatakan lulus PPG mampu memanfaatkan SIAGA secara optimal. “Era transformasi digital menuntut guru untuk adaptif. Dengan pendampingan ini, kami ingin agar guru PAI semakin profesional, mandiri, dan siap memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didiknya.”
Pendampingan berlangsung interaktif. Para peserta membawa laptop masing-masing dan langsung mempraktikkan pengisian data portofolio. Dengan suasana yang santai namun penuh semangat, kegiatan berjalan lancar dan sukses.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Singkawang kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas guru PAI sekaligus memperkuat budaya kerja digital yang efektif dan efisien. Semangat perubahan dan peningkatan kompetensi menjadi kunci untuk mewujudkan pendidikan agama yang berkualitas dan berdampak bagi generasi mendatang. (Humas/skw)