
Singkawang (Kemenag) – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Hj. Masruraini, beserta jajaran pengurus serta anggota menghadiri dan berpartisipasidalam Pembukaan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-80 Kementerian Agama Kota Singkawang, yang diisi dengan kegiatan Saprahan Kerukunan , Kamis (18/12) di Gedung TCM PP Ushuluddin.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang, H. Muhlis dan dihadirioleh berbagai unsur pimpinan lembaga pendidikan serta mitra strategis Kemenag. Hadir pula pimpinanPondok Pesantren Ushuluddin, KH. Bujang Rasnie berserta Istri, para Kepala Seksi dan PenyelenggaraKemenag, mitra kerja Kemenag, Ketua PGRI, serta Kepala Madrasah Negeri dan Swasta se-Kota Singkawang beserta dewan Guru.
Pelaksanaan Saprahan Kerukunan menjadi ruang interaksi sosial yang sarat makna, sebagai simbolkebersamaan seluruh elemen masyarakat pendidikan dan keagamaan di bawah koordinasi Kemenag. Tradisi saprahan menghadirkan budaya duduk bersama dalam satu hidangan, yang menegaskan nilaikesetaraan tanpa batasan jabatan, strata sosial, maupun latar belakang peserta.
Suasana kegiatan dibangun semakin meriah dengan penampilan tarian dari ASN Kemenag sertalantunan qosidah dari santri Pondok Pesantren Ushuluddin, sehingga menciptakan harmoni seni danreligi yang memperkuat makna HAB sebagai momentum membangun kerukunan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DWP Kemenag Kota Singkawang, Hj. Masruraini, menyampaikanapresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Saprahan Kerukunan sebagai sarana memperkuat hubungansosial antar pegiat pendidikan dan keagamaan. Menurut beliau, kegiatan seperti ini berdampak positifterhadap peningkatan integrasi, kebersamaan, serta memperkuat budaya menghormati satu sama lain.
“Kegiatan saprahan ini adalah bentuk nyata bahwa keluarga besar Kementerian Agama adalah satukesatuan yang tidak mengenal batas status jabatan. Semua melebur menjadi satu dalam nilaipersaudaraan dan kerukunan,” ungkapnya.
Pembukaan HAB ke-80 Kemenag Kota Singkawang melalui Saprahan Kerukunan dinilai mampumenghadirkan makna edukatif dan sosial yang selaras dengan visi Kemenag, yaitu memperkuatmoderasi beragama dan kebersamaan lintas ruang kelembagaan. Dengan berpartisipasinya DWP dalamkegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara unsur perempuan di lingkungan Kemenag semakin aktifdalam membangun peradaban harmonis berbasis nilai keagamaan dan budaya lokal. (Humas/skw)