
Singkawang (Kemenag) – Suasana penuh khidmat menyelimuti ruang bimbingan perkawinan(Bimwin) KUA Kecamatan Singkawang Barat, Rabu (22/10). Seluruh pegawai KUA, mulai dari stafhingga penyuluh agama Islam, berkumpul dalam kegiatan Khataman Al-Qur’an ke-3, yang merupakanbagian dari program rutin One Day One Juz (ODOJ).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen KUA Singkawang Barat dalam menumbuhkan kecintaanterhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai spiritual di lingkungan kerja. Sejak program ODOJ diluncurkan, para pegawai KUA secara konsisten membaca dan menamatkan satu juz setiap hari, baiksecara individu maupun bersama, hingga akhirnya tiba pada momen khataman yang menjadi ajangrefleksi dan syukur.
Kepala KUA Singkawang Barat, Agus Salim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan inibukan sekadar membaca dan menamatkan Al-Qur’an, tetapi juga bagian dari upaya menanamkan rasa cinta terhadap ayat-ayat Allah dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui khataman ini, kami ingin membiasakan diri untuk selalu dekat dengan Al-Qur’an. Membacanya setiap hari akan membawa ketenangan, memperkuat iman, dan menjadi pedoman dalammenjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya penuh semangat.
Ia menambahkan, program One Day One Juz juga menjadi sarana mempererat silaturahmiantarpegawai, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menjaga suasana kerja yang penuhkeberkahan. Dengan membaca dan menghayati Al-Qur’an bersama, diharapkan setiap pegawai dapatmenginternalisasi nilai-nilai keislaman seperti keikhlasan, kejujuran, dan tanggung jawab dalammelayani umat.
Kegiatan khataman kali ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu penyuluhagama Islam, memohon agar Al-Qur’an senantiasa menjadi cahaya dalam setiap langkah danpekerjaan.
Program One Day One Juz di KUA Singkawang Barat telah menjadi tradisi positif yang menginspirasi, tidak hanya bagi para pegawai tetapi juga harapannya bagi masyarakat sekitar. Dengan semangat“Mencintai Al-Qur’an, Menghidupkan Hati,” kegiatan ini diharapkan dapat terus berjalanberkesinambungan, menjadi sumber energi spiritual, dan menjadikan KUA sebagai lembaga yang tidakhanya melayani administrasi keagamaan, tetapi juga menebar nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupanbermasyarakat. (Hanisah/skw)