
Singkawang (Kemenag) – Dalam rangka menyukseskan rangkaian Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tahun 2026, Seksi Bakti Sosial Panitia HAB Kemenag Singkawang menggelar technical meeting bersama seluruh perwakilan peserta kegiatan Saprahan Kerukunan. Pertemuan ini berlangsung di Operation Room Kantor Kemenag Singkawang pada Jumat (12/12) dan dihadiri lebih dari 50 undangan dari berbagai satuan kerja serta lembaga keagamaan.
Ketua Panitia HAB ke-80, Aliyansah, membuka kegiatan dengan menegaskan bahwa rapat teknis ini merupakan langkah penting untuk menyatukan persepsi, memastikan kesiapan, serta memantapkan skenario pelaksanaan acara. Ia menekankan bahwa kegiatan Saprahan Kerukunan tahun ini bersifat eksibisi, bukan perlombaan seperti tahun sebelumnya.
“Tidak ada juara satu, dua, atau tiga. Siapa yang membawa saprahan, dialah yang menikmatinya. Yang penting adalah kebersamaan dan partisipasi untuk memeriahkan HAB ke-80,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan Saprahan Kerukunanakan dirangkaikan dengan dua pertunjukan seni serta prosesi Launching HAB ke-80 Kemenag. Semua kegiatan dikemas dalam satu momentum besar sebagai simbol persatuan, kreativitas, dan semangat kolaborasi antarunit kerja.
Koordinator Seksi Bakti Sosial, H. Ewan, memimpin jalannya diskusi dan menjawab berbagai pertanyaan peserta, mulai dari jumlah saprahan, mekanisme kehadiran, hingga teknis pengaturan tempat. Berdasarkan data awal, tercatat sekitar 60 saprahan akan disiapkan oleh peserta, yang diperkirakan dapat melibatkan hampir 400 orang. Panitia memastikan bahwa semua peserta memiliki kebebasan untuk membawa jumlah saprahan sesuai kemampuan, asalkan memenuhi jumlah minimal yang telah disepakati.
Terkait pakaian, peserta dipersilakan menggunakan seragam khas masing-masing satuan kerja agar tercipta keseragaman dan kekompakan saat acara berlangsung. Sementara terkait menu, panitia hanya mengatur indeks harga antara Rp200.000–Rp250.000 per saprahan, sedangkan pilihan hidangan diserahkan sepenuhnya kepada peserta.
Teknis peletakan saprahan juga dibahas secara rinci. Peserta yang datang terlebih dahulu dapat menempatkan saprahan di ruang transit sebelum diarahkan masuk ke gedung sesuai pengaturan panitia. Setiap saprahan wajib diberi label nama lembaga untuk menghindari kekeliruan.
Suasana diskusi berlangsung aktif. Para peserta memberikan saran dan pertanyaan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan tanpa miskomunikasi. Panitia menjawab dengan terbuka dan detail sehingga menghasilkan pemahaman bersama.
Melalui technical meeting ini, seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi untuk memeriahkan HAB ke-80 Kemenag. Semangat kebersamaan, toleransi, dan kerukunan yang menjadi ciri khas masyarakat Singkawang diharapkan semakin kuat tercermin dalam pelaksanaan Saprahan Kerukunan nanti. Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga harmoni dan mendukung pelayanan Kementerian Agama yang semakin profesional dan berintegritas. (Humas/skw)