
Singkawang (Kemenag) – Dalam upaya meningkatkan kompetensi pendidik di era digital, MIU Ushuluddin Singkawang menyelenggarakan Pelatihan Artificial Intelligence (AI) dengan tema“Peningkatan Pemahaman Penggunaan AI dalam Proses Pembelajaran” bertempat di Murraya Hills Singkawang, Rabu (22/10). Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang guru dan tenaga kependidikan dari MIU Ushuluddin, dengan menghadirkan Pengawas RA/MI Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Andy, sebagai narasumber.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, H. Muhlis, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterbukaan guru terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
“Guru harus berani beradaptasi dengan kemajuan zaman. Gunakan teknologi seperti AI untukmempermudah kinerja dan memperkaya metode pembelajaran. Namun, jangan diambil mentah-mentahtetap perlu proses penyuntingan dan verifikasi agar hasilnya sesuai dengan nilai-nilai pendidikan,” pesan H. Muhlis sebelum membuka kegiatan secara resmi.
Sementara itu, Kepala Madrasah MIU Ushuluddin, Hj. Masruraini, dalam sambutannya menyampaikanbahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mengembangkanprofesionalisme dan kompetensi guru.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali guru agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, kreatif, dan produktif dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Pada sesi pelatihan, Pengawas RA/MI, Andy, memaparkan materi dengan gaya interaktif dan aplikatif. Ia mengawali dengan penjelasan selayang pandang tentang Artificial Intelligence, yang secarasederhana diartikan sebagai kecerdasan buatan teknologi komputer yang mampu melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti berpikir, belajar, dan mengambilkeputusan.
Dalam sesi berikutnya, Andy memperkenalkan platform Oceandoc, sebuah alat berbasis AI yang dapatmembantu guru dalam membuat presentasi pembelajaran dengan cepat dan menarik. Ia jugamenjelaskan perbedaan antara OceanDoc dan OceanDocs, dua platform berbeda yang sering kali disalahartikan.
Sebagai penutup, peserta diajak praktik langsung membuat presentasi di Canva, dengan memanfaatkanfitur desain cerdas yang dapat membantu menghasilkan materi ajar visual yang menarik dankomunikatif.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Banyak guru yang mengaku barumemahami betapa luasnya manfaat AI dalam dunia pendidikan. Dengan pelatihan ini, diharapkan guru-guru madrasah tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi pembelajaranyang inspiratif, sejalan dengan semangat Kemenag dalam mewujudkan pendidikan madrasah ungguldan adaptif terhadap perkembangan zaman. (Andy/skw)