
Singkawang (Kemenag) – Dalam rangka menyukseskan kegiatan Pembacaan Kitab Suci Dhammapada Serentak Nasional 2569 BE / 2025, Seksi Urusan Agama Buddha (UrABud) bersama Penyelenggara Pendidikan Agama Buddha (PAB) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang menggelar rapat teknis bersama para guru Agama Buddha, Jum’at (13/06/2025).
Rapat yang berlangsung di Ruang Sekretariat ZI Kantor Kemenag Singkawang ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor, H. Muhlis, didampingi Kasi UrABud Tjia Kong Min, serta Penyelenggara PAB, Supiro. Hadir pula staf UrABud, penyuluh Agama Buddha, dan para guru Agama Buddha yang nantinya akan mendampingi siswa dalam kegiatan pembacaan kitab suci tersebut.
Dalam arahannya, H. Muhlis menekankan pentingnya sinergi dan persiapan matang mengingat kegiatan ini berskala nasional dan berlangsung serentak di seluruh Indonesia. “Untuk Kota Singkawang, kegiatan ini akan kita pusatkan di Sekolah ASOKA. Maka dari itu, kita harus menyiapkan semuanya dengan sangat detail agar tidak ada kendala teknis yang menghambat jalannya acara,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya antusiasme dan partisipasi aktif dari seluruh komponen, terutama para guru dan siswa. “Jangan sampai justru kita sebagai umat Buddha kurang semangat mengikuti kegiatan besar ini. Ini momen langka, momen persatuan spiritual secara nasional yang harus kita dukung penuh,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan moral dan motivasi, H. Muhlis secara pribadi menyerahkan sumbangan dana awal kepada panitia pelaksana. Gestur ini disambut hangat oleh peserta rapat dan diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi penyuluh dan guru untuk bersama-sama menyukseskan acara.
Rapat dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, yang membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan, mulai dari teknis pembacaan kitab suci, jumlah peserta, hingga kebutuhan logistik. Para peserta aktif memberikan masukan demi memastikan kegiatan berlangsung tertib dan penuh makna.
Rapat ini menandai komitmen Kemenag Singkawang dalam mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan serta pembinaan umat Buddha, khususnya generasi muda. Diharapkan, melalui kegiatan ini semangat kebersamaan dan pemahaman kitab suci dapat semakin tertanam dalam kehidupan sehari-hari. (MD/skw)