
Singkawang (Kemenag) – Dalam rangka memperingati Vesakha Sananda 2569 BE/Tahun 2025 dan mendukung Asta Program Prioritas Menteri Agama RI, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha akan melaksanakan kegiatan pembacaan Kitab Suci Dhammapada secara serentak nasional. Kegiatan monumental ini direncanakan berlangsung pada 15 Juni 2025 dan melibatkan 2.569 umat Buddha dari seluruh Indonesia.
Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan di Kota Singkawang, Seksi Urusan Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang bersama Penyelenggara Pendidikan Agama Buddha (PAB) mengadakan rapat koordinasi pada Kamis (05/06), bertempat di Operation Room Kemenag Singkawang. Rapat ini dihadiri oleh para Penyuluh Agama Buddha dan perwakilan guru-guru Agama Buddha yang nantinya juga akan menjadi peserta kegiatan.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Urusan Agama Buddha, Tjia Kong Min, didampingi Penyelenggara PAB, Supiro. Dalam arahannya, Tjia Kong Min menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini di Kota Singkawang akan bekerja sama dengan Yayasan Bahusutta dan akan dipusatkan di Gedung ASOKA. “Kita targetkan 100 peserta dari kalangan penyuluh dan guru agama Buddha Kota Singkawang. Kegiatan ini akan berlangsung selama delapan jam penuh dan terhubung secara daring melalui Zoom Meeting,” jelasnya.
Kegiatan pembacaan Kitab Suci Dhammapada ini menjadi sangat istimewa karena akan dipantau secara resmi oleh tim dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), sebagai bagian dari pencatatan rekor nasional. Hal ini menunjukkan apresiasi atas upaya kolektif umat Buddha dalam menghidupkan nilai-nilai luhur agama di tengah masyarakat yang majemuk.
Kitab Dhammapada, yang terdiri dari 26 bab dan 423 syair, merupakan kumpulan ajaran moral dan etika Sang Buddha Gautama. Pembacaan bersama ini bukan hanya bentuk ritual, tetapi juga sarana memperdalam pemahaman umat terhadap ajaran Buddha, memperkuat kebersamaan, dan membumikan praktik Dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pelaksanaan secara daring, kegiatan ini memungkinkan partisipasi luas dari berbagai provinsi tanpa batas geografis. Pemanfaatan teknologi menjadi jembatan baru dalam menjalankan praktik keagamaan secara inklusif dan kolaboratif.
Dengan semangat Vesākha yang membawa pesan pencerahan, cinta kasih, dan perdamaian, umat Buddha Kota Singkawang siap menjadi bagian dari sejarah besar ini. Pembacaan Dhammapada serentak nasional diharapkan menjadi inspirasi bagi umat beragama lainnya dalam menjaga keharmonisan, toleransi, serta komitmen terhadap nilai-nilai kebajikan di tengah keberagaman Indonesia. (Tri/skw)