
Singkawang (Kemenag) – Dalam upaya membina karakter remaja yang berakhlak dan beriman, Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kota Singkawang menggelar Pesantren Ramadhan Bina Iman dan Taqwa yang dipadukan dengan Bimbingan Remaja Usia Sekolah di SMAN 6 Singkawang, Kelurahan Sungai Bulan Hulu, Kecamatan Singkawang Utara.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang, H. Muhlis, pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Kepala Sekolah SMAN 6 Singkawang. Selain itu, turut serta jajaran Polres Singkawang yang memberikan materi edukasi kepada para siswa.
Dalam sambutannya, H. Muhlis menekankan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif, seperti tawuran, pernikahan dini, serta judi online. Ia mengajak para siswa untuk menjadi remaja hebat dan berakhlak dengan menghindari segala bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Jangan sampai terjerumus dalam hal-hal yang merugikan diri sendiri dan keluarga. Hindari tawuran, jauhi pernikahan dini, dan jangan pernah tergoda judi online. Jadilah remaja yang hebat dan berakhlak mulia,” pesan H. Muhlis kepada para siswa.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari Polres Singkawang. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Polres menyampaikan strategi dan langkah-langkah antisipasi dalam menghadapi kenakalan remaja di Kota Singkawang. Para siswa diberikan pemahaman tentang dampak negatif dari perilaku menyimpang seperti balap liar, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan kriminal lainnya.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, H. Abdul Halim. Ia mengangkat tema pencegahan pernikahan dini serta bahaya tawuran dan narkoba. Menurutnya, pernikahan dini dapat menghambat pendidikan dan masa depan remaja, sementara tawuran dan narkoba dapat menghancurkan kehidupan seseorang.
“Remaja yang cerdas adalah mereka yang mampu berpikir panjang dan tidak terjebak dalam keputusan yang merugikan diri sendiri. Pendidikan harus menjadi prioritas, bukan pernikahan dini. Begitu juga dengan tawuran dan narkoba, semua itu hanya akan membawa kehancuran,” tegas H. Abdul Halim.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para siswa. Mereka antusias mengikuti sesi materi dan menyatakan kesadaran mereka akan pentingnya menjauhi perilaku negatif. Dengan adanya Pesantren Ramadan Bina Iman dan Taqwa ini, diharapkan generasi muda Singkawang semakin terarah dalam menjalani kehidupan yang lebih baik dan berlandaskan nilai-nilai agama. (Dinna/skw)