
Singkawang (Kemenag) – Program inovatif “Bimbingan Rohani Rumah Sakit” (BIRO RASA) yang digagas Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang terus memberikan dukungan spiritual yang penuh arti bagi pasien di RS Abdul Aziz Singkawang. Dilaksanakan dua kali seminggu setiap hari Senin dan Rabu pukul 10.00 WIB, program ini menghadirkan penyuluh agama dari berbagai keyakinan untuk memberikan bimbingan rohani dan doa yang menenangkan.
BIRO RASA hadir sebagai hasil kolaborasi antara Kemenag Singkawang dan RS Abdul Aziz, dengan tujuan memperkuat pelayanan keagamaan di rumah sakit serta memberikan dukungan moril bagi pasien dan keluarga mereka. Program ini membantu meningkatkan semangat dan harapan pasien di tengah perjuangan mereka untuk sembuh.
Pada Rabu (29/10), kelompok 5 penyuluh agama yang terdiri dari sembilan orang mengunjungi bangsal anak, tempat mereka menyampaikan doa dan pesan-pesan keagamaan kepada pasien dan keluarganya. H. Jahri, salah seorang penyuluh agama Islam dari KUA Singkawang Timur, menyampaikan pesan-pesan spiritual yang menggugah hati, membawa ketenangan dan harapan baru bagi yang mendengarkannya.
“Saat menjalani ujian, kita diajak untuk bersabar dan terus berdoa kepada Tuhan. Ketenangan hati akan memberikan kekuatan dalam menghadapi setiap tantangan,” ujar H. Jahri, menguatkan para pasien dan keluarga yang menanti di samping mereka.
Tak hanya berfokus pada pasien, dukungan ini juga dirasakan oleh keluarga yang menunggu di ruang rawat. Kehadiran para penyuluh memberikan semangat optimisme bagi keluarga agar tetap kuat dan mendukung proses kesembuhan pasien. Dengan adanya BIRO RASA, keluarga pasien merasa lebih tenang, mampu berperan sebagai penguat bagi orang terkasih yang sedang berjuang melawan penyakit.
Program BIRO RASA menunjukkan bahwa dukungan spiritual tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga memperkuat iman dan harapan. Kehangatan yang dibawa oleh penyuluh agama setiap minggunya memberikan pengaruh positif, menambah kepercayaan pasien untuk sembuh dan kembali beraktivitas.
Dengan dedikasi dari Kemenag Singkawang dan tim penyuluh, program ini membuktikan bahwa kepedulian rohani dalam pelayanan kesehatan tidak hanya memperkaya pengalaman beragama, tetapi juga mempererat ikatan kemanusiaan di tengah-tengah proses penyembuhan. (Jahri/skw)