
Singkawang (Kemenag) – Sebanyak 63 kepala dan guru Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Singkawang mengikuti In House Training (IHT) bertajuk Implementasi Perencanaan Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Integrasi AI, serta Layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dengan pola IN ON IN, dimulai pada Kamis (06/11/2025) di Room Meeting Murraya Hill Singkawang.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang, H. Muhlis. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya menumbuhkan kecintaan terhadap profesi guru.
“Kecintaan kepada pekerjaan akan menumbuhkan rasa bahagia yang nantinya akan tertular kepada anak didik,” ujarnya penuh semangat.
IHT ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pendidik mengenai perubahan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang kini digunakan di RA. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatan perangkat ajar, serta pemahaman mengenai layanan PAUD Holistik Integratif untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Hadir sebagai narasumber, Pengawas Madrasah Hj. Idawati dan Andy, yang memberikan wawasan dan praktik langsung dalam penyusunan Modul Ajar berbasis Deep Learning dan KBC terintegrasi AI.
Menurut Hj. Idawati, guru harus adaptif terhadap perubahan zaman.
“Guru perlu meng-upgrade diri dan peka terhadap perubahan yang terjadi di dunia pendidikan, sehingga output yang dihasilkan bisa menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Sementara itu, Andy menekankan pentingnya penguasaan AI oleh para pendidik.
“Penguasaan AI oleh guru dalam dunia pendidikan itu perlu agar kita tidak tergerus oleh zaman yang serba canggih,” ungkapnya.
Ketua Kelompok Kerja RA (KKRA) Kota Singkawang, Dedeh Kartika, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi informasi dan pengalaman.
“Selain meningkatkan kompetensi, kegiatan ini juga menjadi wadah sharing informasi tentang layanan PAUD HI kepada seluruh guru RA se-Kota Singkawang,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu menghasilkan Modul Ajar inovatif yang akan digunakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan pendidik RA yang profesional, kreatif, dan siap menghadapi era digital dengan hati penuh cinta. (Ida/skw)