
Singkawang (Kemenag) – Upaya meningkatkan profesionalitas dan kualitas pelayanan keagamaanterus dilakukan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang. Melalui Sub Bagian Tata Usaha bersama Seksi Bimas Kristen, digelar Pembinaan Penyuluh Agama Kristen Kota Singkawangdan Kabupaten Sambas, Selasa (02/09), di Operation Room Kantor Kemenag Singkawang.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Prov. Kalbar, Haryanto Uar, yang memberikan pembinaan dengan mengusung tema “Memperluas Wawasan Keagamaan UntukMembangun Toleransi dan Kerukunan”. Acara Pembinaan ini resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang, H. Muhlis.
Dalam sambutannya, H. Muhlis mengapresiasi semangat para penyuluh, khususnya dari PokjaluhKristen, yang berinisiatif menyelenggarakan kegiatan meski dengan keterbatasan. “Saya melihatpenyuluh kita sangat bersemangat. Ini menandakan mereka bahagia menjadi penyuluh, sekaligus buktikecintaan terhadap tugasnya,” ujarnya.
Menurutnya, peran penyuluh sangat vital dalam membina umat, baik di rumah ibadah maupun lembagapemasyarakatan. Ia juga menekankan bahwa meskipun Singkawang belum memiliki penyelenggarastruktural khusus untuk Kristen, pelayanan tetap berjalan berkat komitmen para penyuluh. KehadiranPembimas Kristen, tambahnya, menjadi energi baru sekaligus membuka ruang penyampaian aspirasi, terutama terkait dukungan anggaran.
Sementara itu, Kasubbag. TU Kemenag Singkawang, Aliyansah, dalam laporannya menyampaikankondisi penyuluhan saat ini. Kota Singkawang memiliki 13 penyuluh agama Kristen dengan 52 kelompok binaan, sementara jumlah gereja mencapai 86. “Artinya, masih adanya kebutuhan pelayanan. Karena itu, perencanaan dan pemetaan penyuluhan harus lebih terstruktur agar semua rumah ibadahterlayani,” tegasnya.
Aliyansah menekankan pentingnya penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana KerjaOperasional (RKO) yang jelas, termasuk sasaran serta indikator keberhasilan di lapangan. Ia jugamengingatkan bahwa tunjangan kinerja harus sejalan dengan prestasi nyata. “Tunjangan diberikan bagimereka yang benar-benar bekerja. Jika tidak, tentu perlu evaluasi serius,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh penyuluh membangun sikap positif dan soliditas tim. “Kita jumlahnyasedikit, maka harus kompak. Yang baru harus mau belajar, yang senior harus terbuka menerima ide. Dengan teamwork yang baik, target penyuluhan bisa tercapai maksimal,” pungkasnya.
Acara di lanjutkan dengan sesi pembinaan oleh Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Prov. Kalbar, Haryanto Uar yang menekankan wawasan keagamaan untuk membangun. Dalam menjalankan tugas, penyuluh agama perlu memiliki integritas dan karakter sebagai bagian integral dari upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas penyuluhan agama di masyarakat.
Kegiatan ini diikuti 9 penyuluh Kristen Singkawang, 11 dari Sambas, serta perwakilan Kanwilsebanyak 6 orang, Penyelenggara Kab. Sambas dan Pelaksana Kristen Kantor Kemenag Singkawangserta Pengawas PAK juga turut hadir. Kehadiran para penyuluh lintas daerah diharapkan mampumemperluas jejaring, memperkuat toleransi, serta meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. (Humas/skw)